Kegiatan yang dilakukan berupa kunjungan ke salah satu rumah warga di desa Panakkukang, tepatnya di Dusun Parangmalengu. Rumah tersebut dihuni oleh 3 orang perempuan lanjut usia dan sangat tidak layak huni. Dinding-dindingnya hanya tersusun dari seng dan kayu yang bentuknya tidak beraturan dan disusun tumpang tindih. Tampak begitu banyak celah yang membuat angin dapat dengan mudah masuk. Lantainya masih berupa coran semen yang tidak rata, nampak beberapa bagiannya rusak dan bertanah. Jika di musim hujan, air dengan mudah masuk melalui celah celah dinding kayu dan membuat lantai tanahnya becek. Atap rumah tersebut juga banyak bagiannya yang bocor. Kamar tidur dengan ranjang seadanya serta dapur dengan tungku kayu yang membuat kami (anggota karang taruna) menjadi sangat prihatin.
Sebelumnya, kabar mengenai rumah tidak layak huni tersebut diperoleh melalui pemberitahuan Kepala Desa Panakkukang Zulkifli, saat mengikuti rapat persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia pada tanggal 29 Juli 2018 lalu. "Rumah itu sangat memprihatinkan, tidak layak huni, tapi ditinggali oleh 3 orang perempuan lanjut usia. untuk karang taruna, dianjurkan datangki ke lokasi untuk lihat kondisi di sana" tutur Kepala Desa Panakkukang.
Mendengar pemberitahuan tersebut, H. Muh. Idham Idris selaku pembina Karang Taruna Panakkukang segera mengambil inisiatif untuk mengadakan kunjungan hari itu juga dengan menyiapkan bantuan seadanya dari hasil sumbangsi pembina dan anggota Karang Taruna Panakkukang. Hal tersebut tidak terlepas dari kesigapan pembina Karang Taruna dan keinginan untuk membantu sesama. Bahkan dalam waktu dekat ini, akan dibentuk Komunitas Indahnya Bersedekah yang disingkat "KIB". Diharapkan komunitas ini dapat berjalan sebagai mana tujuan awalnya untuk membantu sesama dan menebar manfaat. Fastabiqul Khaerat!